Thursday, August 1, 2013

Makan Siang di RM Progosari yang Asri dan Tenang

Di Magelang, ada restoran yang te-oo-pee banget. Posisinya ada di Jalan Sendangsono Km 0,5 Progowati, Mungkid. Namanya RM. Progosari. Ciri khas rumah makan dengan nomor telepon 0293-788444 ini cukup unik dan memberi kesan yang dalam. :). Tempat makannya dibuat rumah-rumah panggung kecil dari batang bambu atau kayu. Sebagiannya berada di atas kolam ikan. Di samping itu rumah makan ini sangat hijau karena banyak pohon-pohonan dan berada di samping sawah. Wuiih, mantap. Gimana?? Bikin ngiler khan?? 

Itu baru soal suasana. Soal menu masakan memang ini enak banget. Semua serba olahan ikan-ikanan. 

Tim Jam Kumpul menyambangi tempat ini pas jam makan siang. Paling enak shalat dulu. Alhamdulillah disediakan mushalla yang nyaman dan bersih. Sehabis shalat, kami menuju sebuah rumah panggung yang posisinya di samping sawah dan kebun cabe.

Kami mencoba gurame bakar, ada juga gureme goreng tepung dengan kuah asam manis, tahu tempe penyet, ikan-ikan kecil goreng, dll. Banyak deh dan enak. Yang paling saya suka ikan-ikan kecil yang digoreng itu. Berasa seperti jamur kriuk... :) enak banget. 

Ini memang rumah makan yang memadukan suasana dan rasa secara mantap. Moga lain kali bisa ke sana lagi... (ngarep.. :) ). 


Yang ini pas buat pasangan muda :)

Rumah makan yang banyak hijau-hijauan. Nyaman dan asri

Tempat kami makan. Yang agak besar karena nampung banyak orang

Yang ini berdiri di atas kolam ikan

Makan bareng-bareng biar makin erat silaturahminya

Tim Jam Kumpul nunggu sajian

Nasi putih dengan lalapan, sama ikan kecil goreng tepung berasa jamur, enak banget lho..

Tahu tempe penyet



Ikan goren tepung kuah asam manis, pakai nanas. Ngiler deh...

Di samping sawah

Tampak depan dengan deretan mobil yang parkir

Alhamdulillah, suasana yang asri, hijau dan tenang. Betah sih di sini...

Berdua bersama pasangan suami istri

Yang bawa anak bisa sekalian momong anak di sini


Waktunya bayar di kasir

Telpon aja ke RM Progosari
---
Teks dan foto milik Happy Chandraleka
01 Agustus 2013
Percetakan Negara Jakarta
14.20 Siang


 

Nginep di Hotel Mahonara yang Nempel sama Borobudur

Ketika dalam perjalanan ke Magelang bulan Juni 2013, Tim Jam Kumpul menyempatkan diri untuk bermalam di sebuah hotel yang berlokasi di jalan Badrawati. Hotel ini posisinya berada di Komplek Taman Wisata Candi Borobudur. Jadi, kebayang khan kalo ni hotel nempel banget sama Candi Borobudur yang konon dibangun oleh keluarga Syailendra. 

Tapi buat saya pribadi, nempelnya hotel ini dengan Candi Borobudur bukan keistimewaan. Saya suka dengan hotel ini karena beberapa hal. Hotel ini mempunyai pemandangan alam yang memang bagus. Pagi hari, kabut masih menyelimuti kawasan Badrawati. Paling asyik memang tidur. Tapi saya tidak mau melewatkan momen indah begitu saja. Yang asyik bagi saya ya jalan-jalan menikmati alam. 

Kamar yang saya tempati juga nyaman dan bagus. Alhamdulillah. Lantainya berlapis kayu yang mengkilap meski tidak licin. Ada teras di belakang kamar. Jadi bisa digunakan buat bersantai sambil menikmati alam yang hijau seger. 

Hotelnya memang unik. Di satu sudut, ditempatkan gerobak tua yang unik. Tentu saja tanpa sapinya. Ini bagus banget buat tempat foto-foto. Memang benar saja, saya dan beberapa teman yang lain pun akhirnya mengabadikan gerobak tersebut dalam foto. 

Yang tidak kalah asyiknya adalah posisi restorannya. Di samping restorannya terhampar rerumputan yang indah dan menghadap ke Candi Borobudur. Sajian menu sarapan yang memang enak menambah nikmat suasana. 

Yang jelas ini memang satu dari sedikit hotel yang memiliki alam yang indah, unik dan memang berkesan. 


Papan nama hotel Manohara

Menuju resepsionis


Restoran dengan alam yang segerrrr


Gerobak tua yang unik dan enak buat foto-foto




---

Teks dan Foto oleh Happy Chandraleka
1 Agustus 2013
Percetakan Negara Jakarta
11.09 

Saturday, July 6, 2013

Nunggu 1 Jam untuk 1 Porsi Bakmi Kadin

Jogja memang tempatnya wisata kuliner. Banyak ragamnya di kota Gudeg ini. Meski tidak selalu gudeg, aneka ragam bisa dipilih. Termasuk salah satunya Bakmi Kadin.

Bakmi Kadin berlokasi di Jl. Bintaran Kulon sebelah wartel Kadin. Makanya namanya Kadin. Ada juga yang bilang nama ini berasal dari nama pendirinya yaitu Karto Kasidin. Tapi apa pun namanya yang jelas bakmi ini sudah masyhur dan terkenal di dunia wisata kuliner domestik. 

Alasan itu yang membuat saya penasaran mau sowan ke Bakmi Kadin. Setelah pesawat landing dari Jakarta, Tim Jam Kumpul langsung meluncur ke TKP dengan naik mobil jemputan. Sampai di sana selepas Isya. Di depan sudah menyambut kami para musisi jalanan dengan lagu keroncongnya. Kayaknya lagu Setasiun Balapan dari Didi Kempot. Bakmi yang tidak buka cabang ini mempunyai tempat yang luas banget. Tetapi saat itu sudah ramai sekali. Celingukan kiri kanan nyari tempat duduk yang masih kosong. Alhamdulillah dapat. 

Bangunannya sih tergolong semi permanen, tetapi yang ingin mencicipi bakmi kadin termasuk membludak. Sampai akhirnya pelayannya datang dan memberi tahu bahwa kalau pesan bakmi baru bisa siap 1 (SATU) jam lagi. Walah... padahal perut sudah kosong nih.

Akhirnya kami adakan diskusi kelompok dengan hasil kami mencari tempat makan yang lain. Wah, batal deh menikmati bakmi yang konon termasuk bakmi favorit Presiden Soeharto. 

Gapapa, ini menjadi catatan kami para traveller dan petualang agar datang ke sini pagi-pagi sebelum buka, biar bisa makan bakmi Kadin dan gak perlu nunggu lama ... :) 



Celingukan kiri kanan cari tempat duduk

Ini logo bakmi Kadin yang tidak buka cabang

Ramai sekali...



Musisi jalanan meminta saweran. Kasih apa gak ya??

Niatnya menunggu 1 jam. Tapi gak kuat ...

Atap yang sederhana dari bangunan semi permanen

---
Teks dan foto oleh Happy Chandraleka 
27 Sya'ban 1434 H
06-Juli-2013
di Kampus Tercinta
Depok

Kantin Murah Meriah di Terminal 2F Garuda Soetta

Buat yang sering travelling naik pesawat, buat yang sering transit di bandara, buat yang menjadikan bandara sebagai tempat favorit, kayaknya harus tahu yang satu ini. 

Awalnya sih, saya kepikiran tiap harus ke luar kota pake pesawat, masak harus beli roti boy atau makanan lain yang harganya selangit cuma dapet 5 biji roti atau donat yang setara sama roti unyil.. :). Wah, bisa tekor dongg.. :)

Kepikiran juga apa para staf, pegawai dan OB di bandara makannya pada dimana ya? Akhirnya, dalam perjalanan ke Magelang akhir Juni 2013 sempat melakukan gerakan bawah tanah buat cari info pada makan dimana yang kerja di bandara Soetta. 

Ternyata gak jauh-jauh. Meski tempatnya agak nyempil dan hampir tidak diketahui publik apalagi pers (ciieeh). Ya, di Terminal 2F tempat bandara Garuda Indonesia ini ada kantin yang relatif lebih murah ketimbang harus beli roti unyu dengan harga selangit. Posisinya setelah kita check in belok kanan. Ada di belakang toko buku. Dekat dengan mushalla untuk para laki-laki. Nah, kalo ke mushalla cowok bakal ngelewatin ini kantin. 

Meski nyempil di pojok, kantin ini relatif murah

Ini dia kantin murah di Terminal 2F Bandara Soetta


Di sini bisa pesen mi instan, ayam bakar, sayur, dll. Soal harga di atas warung Tegal tetapi masih jauh di bawah mekdi. Yang jelas pegawai di bandara Soetta ini banyak yang makan di sini. Termasuk para pramugarinya juga.. 

Settingannya kayak kantin biasa. Jadi bisa ngobrol-ngobrol tanpa khawatir menguras kantong. Cobain deh.. 

---
Teks dan foto oleh Happy Chandraleka
27 Sya'ban 1434 H
06-Juni-2013
Pukul 10.32 WIB
di Kampus Tercinta
Margonda-Depok

Wednesday, June 26, 2013

Jogja, Terus Magelang, Sampai Ketep

25 Juni 2013. Berkesempatan bertandang ke Jogjakarta dan sekitarnya. Jadi ingat 'statement' yang selalu saya ingat, 'selalu ada alasan untuk ke Jogja lagi'. Hehe. Akhirnya memang benar jadi ke Jogja lagi. 

Hotel Manohara Borobudur. Kapan ya... bisa kesini lagi

Perjalanan dari rumah selepas shalat dhuhur, naik motor ke Stasiun Pondok Cina. Kereta Commuter Line yang selalu setia mengantar berangkat kerja pun datang, tapi saya hanya sampai Stasiun Pasar Minggu. Terus lanjut menggunakan Damri dengan ongkos Rp. 25.000 sampai Bandara Soekarno-Hatta. 

Jarang-jarang naik Garuda. Ya, kesampaian juga, buat nambah-nambah point GFF. hehe. Pilih tempat duduk yang belakang aja, biar gampang klo mo pipis :).

Dan inilah kegiatan kali ini, yang nantinya akan diceritain lebih seru pada artikel/tulisan yang lain.
1. Kantin Murah Meriah di Terminal Garuda Soetta
2. Makan-Makan Bakmi Kadin yang Gagal
3. Bebek Bakar Cak Koting
4. Bermalam di Hotel Manohara yang Nempel Sama Borobudur
5. Borobudur
6. Makan Siang di Progosari yang Asri dan Tenang
7. Ketep Pass, Puncak Pass-nya Magelang
8. Main Flying Fox sambil Menembus Kabut Ketep Pass

Yup, itu baru sebagian, masih ada lagi sih yang lebih seru. Kasih tahu gak ya?? hehe. Baca aja cerita selanjutnya.

---
Tulisan dan foto oleh Happy Chandraleka
Di Teras Kamar 06
Hotel Manohara Borobudur 
Jl. Badrawati, Borobudur, Magelang
Jam 20.55 WIB 
26 Juni 2013

Sunday, April 21, 2013

Masjid Argam-Palu, Kokoh Di Atas Laut

Di Kota Palu, tepatnya di Teluk Palu ada sebuah masjid yang unik yang merupakan masjid apung. Ini mungkin merupakan salah satu dari sedikit masjid yang dibangun di atas laut. Memang tidak ada keutamaannya, tetapi termasuk unik dan langka. 

Namanya Masjid Argam Bab Al-Rahman. Masjid yang diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola pada tahun 2012 M/1433 H ini sempat disambangi oleh Tim Jam Kumpul waktu perjalanan pulang dari Pantai Tanjung Karang menuju Palu pada awal April 2013. 

Untuk berwudhu bisa di dekat pintu gerbang masjid (di darat) atau di dalam masjid. Lumayan juga jarak dari gerbang masjid menuju tempat shalat yang berada di atas laut. Angin kencang selalu berhembus dari laut menuju pantai. Sekawanan burung camar terlihat melayang-layang di sekitar masjid.

Kami tidak meniatkan safar ke masjid ini, jadi kunjungan kami di masjid ini hanya sekedar menumpang tempat shalat untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju kota Palu.




Masji Argam Bab Al Rahman yang berdiri di atas laut. Unik. Foto milik Happy Chandraleka




 


Gerbang menuju masjid. Foto milik Happy Chandraleka




Laut lepas teluk Palu dilihat dari sisi timur masjid.


---
Teks dan foto oleh Happy Chandraleka
Semua foto milik Happy Chandraleka
Sore hari di Ruang 7, Depok
21 April 2013 
10 Jumadal Akhirah 1434 H

Wednesday, April 17, 2013

Bawang Goreng Mbok Sri, Oleh-Oleh Khas Palu

Apa yang khas dari Palu?? Kaos? Ada dong. Kalau cemilan, ya bawang goreng. Tadinya agak kaget juga pas ada yang bilang oleh-oleh khas Palu adalah bawang goreng. Bukannya bawang goreng itu khas-nya Brebes yah? Tetapi kenyataannya memang bawang gorenglah yang menjadi 'trade mark' kota Palu. 

Alhamdulillah, waktu ke Palu pada bulan April 2013, kami sempat blusukan cari-cari bawang goreng di kota ini. Ternyata yang jual bawang goreng ada di sebuah rumah di perumahan BTN Mutiara Indah Blok E no. 3. Penjual bawang goreng ini yang dapat dihubungi di nomor telepon 0451-482085, ternyata adalah seorang yang sudah sepuh, namanya mbok Sri. Begitu biasa dipanggil. 

Yang dijual beragam, selain bawang goreng yang merupakan produk unggulan, ada juga cemilan lain seperti abon, keripik, juga sarung khas Donggala. Harga insya Allah terjangkau. Bawang goreng mbok Sri memang terkenal nikmat. Selain itu tidak ada minyak yang tersisa, tidak seperti bawang goreng yang lain. 

Beliau juga mendapat apresiasi dari Kanjeng Paku Alam IX dari D.I. Jogjakarta. Yang lebih heboh lagi mbok Sri pernah mendapat Penghargaan Adibakti Mina Bahari Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Tingkat Nasional Tahun 2012 Kategori Usaha makro dan menengah pengolahan terbaik. Wah, salut deh sama mbok Sri biar sudah sepuh tapi masih bisa berprestasi.


Papan nama mbok Sri di perumahan. Foto milik Happy Chandraleka

Sarung Donggala, khas dari Palu. Foto milik Happy Chandraleka

Abon Sapi produk mbok Sri. Foto milik Happy Chandraleka

Bawang putih goreng, tanpa minyak. Foto milik Happy Chandraleka

Foto mbok Sri bersama Kanjeng Paku Alam IX. Foto milik Happy Chandraleka

Piala penghargaan buat mbok Sri. Foto milik Happy Chandraleka

Camilan lain, silahkan pilih. Foto milik Happy Chandraleka

Ini yang kami beli... hehe, buat sekedar oleh-oleh aja. Foto milik Happy Chandraleka

Mbok Sri. Foto milik Happy Chandraleka

Tester buat pembeli biar makin penasaran. Foto milik Happy Chandraleka

Abon ikan Roa. Foto milik Happy Chandraleka

Juara I buat mbok Sri. Foto milik Happy Chandraleka

Piala terpajang di etalase. Foto milik Happy Chandraleka

Rumah mbok Sri. Foto milik Happy Chandraleka

Mbok Sri, tetap setia mendampingi pembeli. Foto milik Happy Chandraleka


---
Teks dan foto milik Happy Chandraleka
17 April 2013
Jam 07.44 WIB
di Perpustakaan Sekretariat Badan Litbang
Kementerian Kesehatan



IP